Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label review

Film "Marlina" dan sup ayam yang mematikan

Film Marlina si Pembunuh Dalam Empat Babak  bukanlah adaptasi kisah-kisah bijak di dalam buku laris "Chicken Soup for the Soul". Tapi ada kesamaan tentang kejutan dan pencerahan setelah menikmatinya (baca: menontonnya). Sup ayam racikan Marlina di film karya Mouly Surya ini lebih menyesapkan aroma dan panorama khas Sumba. Kearifan lokal ditampilkan berupa dialek para pemainnya juga busananya, utamanya kuda yang sangat ikonik. Marlina adalah perempuan mandiri dengan sedikit bicara. Diperankan aktris Marsya Timothy yang cenderung lebih terlihat bule dibandingkan perempuan lain di desa sepi itu. Sikap diam Marlina yang juga jarang tersenyum bukan tanpa alasan. Dia menyimpan luka dan duka, strategi, kepiluan, sekaligus kejengkelan terhadap lingkungan sosialnya; yaitu mahluk laki-laki bandit yang mengancam diluar sana. Tidak ada lelaki baik bagi Marlina saat ini, kecuali Topan anaknya yang tinggal nama di batu nisan. Suaminya juga mati, dan belum sempat dia kubur. Maya...

Film Night Bus: Malam jahanam sepanjang jalan

Perjalanan menuju kota Sampar malam itu berubah mencekam. Bus yang dikemudikan Amang dipaksa berhenti di setiap pos pemeriksaan di jalur konflik bersenjata. Beberapa penumpang tewas termasuk sang sopir, saat bus dikepung separatis Samerka (Sampar Merdeka). Bagudung, sang kernet berhasil membawa lari bus dari kepungan saparatis yang keji diketuai Jenderal Basir. Tak satupun penumpang mengira akan menghadapi kekacauan tersebut. Bus malam berisi setengah dari kapasitas kursi. Ada Yuda seorang wartawan (diperankan Edward Akbar), Umar orang kaya di kampung (Torro Margens), pengamen tunanetra (PM Toh), anggota LSM, seorang penyusup misterius, nenek Nur dan Leyla cucunya, gadis Annisa dan pemuda pacarnya, serta seorang perempuan yang kemudian diketahui sebagai korban konflik; ayahnya dibunuh dan dia sendiri diperkosa secara massal.     Film Night Bus dikupas bergaya thrailler yang menegangkan oleh sutradara Emil Heradi. Suguhan cerita, terutama faktor sulitnya syuting ...

Film Labuan Hati: Saat bercermin pada alam

Bia, Maria dan Indi dalam film Labuan Hati Tentang tiga perempuan pernah dibuat oleh sutradara Lola Amaria di film Kisah 3 Titik (2013). Kini di film Labuan Hati (2017) , tiga perempuan dihadirkan dengan tokoh dan suasana berbeda.  Bertutur lugas dan kritis, terkadang puitis adalah ciri dialog-dialog dalam film Lola Amaria. Semangatnya sama; menebalkan kesadaran akan kekuatan perempuan... Panorama alam Labuan Bajo dan Pulau Komodo yang memanjakan mata dijadikan bingkai film, yang menarasikan persoalan klasik kaum perempuan. Bia, Indi dan Maria berusaha melepaskan penatnya kehidupan cinta. Mereka membawa persoalan sendiri-sendiri.  Sebenarnya drama percintaan cukup generik dalam kebanyakan cerita film, termasuk yang ditulis oleh Titien Wattimena untuk film Labuan Hati. Hanya saja, Lola Amaria sebagai sutradara dan produser berhasil meracik dengan sentuhan berbeda, terutama dalam memanfaatkan pesona alam serta kedalaman laut yang biru. Eksplorasi kawasan wi...

Film Bid’ah Cinta: Merawat cinta dengan bid’ah

Ayushita sebagai Khalida dan Ibnu Jamil sebagai Hasan di film "Bid'ah Cinta" Wajah Islam di Indonesia terkenal sangat moderat dan dinamis. Beragam cara umat menerjemahkan ajaran Nabi Muhammad SAW, dalam pikiran dan tindakan mereka. Ada yang dengan kepala lurus ke depan, terkesan kaku. Bersahaja seakan sangat lunak, bahkan ada yang inovatif mencampurnya dengan tradisi nenek moyang. Dalam Islam, cara baru atau inovasi ini disebut bid’ah . Bid’ah  dalam pengertian bahasa adalah melakukan perbuatan tidak seperti yang diajarkan. Banyak jenis bid’ah di dalam kamus fiqih Islam. Di Indonesia penganut bid’ah tidak sedikit jumlahnya, yang menjadikan bid'ah sebagai motif beragama, demi kecintaan terhadap Islam.  Perbedaan pemahaman meski bertujuan sama; mencintai Nabi Muhammad dan ajarannya – sering menyulut konflik horizontal di masyarakat. Indonesia dengan mayoritas penduduk beragama Islam berpotensi menciptakan kehidupan sosial yang santun, tenteram, da...