Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bioskop

Jadwal Tayang Film dan Diskriminasi Bioskop

ADA lima film Indonesia yang tayang di bioskop saat musim libur Lebaran 2018. Kelima film itu  Jailangkung 2 (Sky Media dan Legacy Pictures), Kuntilanak (MVP Pictures), Insya Allah Sah 2 (MD Pictures), Dimsum Martabak (RA Pictures), dan Target (Soraya Intercine Films). Perolehan jumlah penonton kelima film tersebut, hingga Minggu (2/7/2018) memang belum mencapai angka maksimal seperti yang diharapkan meski secara komersial sudah terbilang break event point (BEP).   Dari berbagai sumber, data jumlah penonton 'Film Lebaran 2018'  bisa dilacak. Yang terbanyak penontonnya adalah Jailangkung 2 (1.411.041). Selanjutnya adalah Kuntilanak (1.165.280), Target (800.548), Insya Allah Sah 2 (422.319), Dimsum Martabak (352.883). Di luar lima film tersebut, ada dua film yang tayang bersamaan pada 28 Juni 2018, yaitu Kulari Ke Pantai produksi Miles Films (138.250) dan Rasuk produksi MD Pictures (278.275). Film Indonesia telah terbiasa menjadikan masa-masa libura...

Nongkrong Progresif With Bens Leo

Sebagai jemaah media sosial, sesekali saya berinteraksi dengan mas wartawan senior Bens Leo di jejaring facebook dan instagram . Di luar pertemuan itu, sekelumit saja saya berjumpa dengan sosok yang sering menjadi narasumber berita musik itu. Sejatinya, kesibukan beliau tak melulu di musik tapi juga di film dan kebudayaan. Aksesnya cukup luas sampai ke pejabat lingkaran tengah politik. Tapi passion nya tetap lebih di musik. Minimal sebulan duakali kami bertemu baik sengaja atau tidak disengaja. Mohon dimaafkan.. Yang agak istimewa, pertemuan kami pada Kamis (1/2/2018) sore di Senayan City, Jakarta Selatan. Hujan baru selesai di luar sana. Saya diajak ngobrol lesehan di karpet selasar bioskop. Nongkrong genre progresif saya menyebutnya. Ini pertemuan kesekiankali saya dengan mas Bens Leo (selanjutnya saya singkat dengan MBL) yang saya kenal sejak memasuki dunia wartawan tahun 1990an. Saya masih unyu2 waktu itu,  MBL sudah seperti sekarang. Maksudnya, saya kenal dulu s...

Passion Dan Kesempatan

Sering menyimak pergaulan orang-orang film, membuat saya agak kebal sanjungan, tidak mudah GR  ( gedhe rumongso/ gede rasa) disebut 'punya tampang' menjadi pemain film. Bahkan, ketika seorang produser film ngasih kode kesempatan itu, saya abaikan. Bukannya sok jual mahal, juga bukan minder tapi bisikan dalam hati melarang saya berada di sana saat itu. "Nanti-nanti sajalah," begitu saya membatin. Tahun 2015 ada yang menawari saya berbisnis mengelola bioskop. Tertariklah saya, tapi belum tergugah. Padahal yang menawari jagoan bioskop. "Lain kali saja," kata saya menolak halus. Kesempatan itu saya syukuri. Pertama, karena saya dianggap mampu di bidang yang tidak pernah terlintas di benak. Kepercayaan orang kepada kita adalah doa yang baik, jadi wajib diaminkan. Amin.. Kedua, saya bersyukur karena tawaran/ kesempatan itu hanya sebagian dari yang saya ambil dan lewati. Artinya, banyak kesempatan dari lingkup industri perfilman. Tetapi kita tidak selalu...