Sebuah foto bukanlah gambar statis tak bermakna. Dia bisa jadi alat ukur derajat keakraban atau chemistry seseorang pada orang lain di dalam satu frame . Saya sering melihat pada berbagai kesempatan orang minta foto bareng tokoh atau selebriti, kemudian mengunggah foto itu ke media sosial. Bahkan yang lebih ekstrim, ada yang memakainya sebagai foto profile akun medsos dan Whatsapp . Memamerkan foto sendiri atau bersama selebriti di medsos, pada kadar tertentu dianggap bentuk kelainan jiwa narsisisme . Agama menyebut itu 'riya. Pamer ingin dipuji orang. Yang lain mengatakan, pamer foto pribadi di medsos, artinya mengkurasi kehidupan diri. Buat saya monggo aja selama tidak merugikan orang lain. Berfoto dengan siapapun, dimanapun adalah ekspresi pergaulan sosial jaman kiwari. Sebuah foto bahkan mampu bercerita. Anggapan itu benar meskipun jika foto tanpa disertai teks, biasanya cuma bisa dikonsumsi oleh pemiliknya....
Melekat di setiap sudut hati dan pikiranmu, jika tidak, abaikan deskripsi ini