Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label travelling

Wisata Kelana "Glamping Lakeside" Rancabali

Hembusan angin dan gerimis pukul 04.30 WIB hari itu seperti menampar-nampar terpal dinding tenda ( dome ) tempat saya dan beberapa teman bermalam. Situasi itu memaksa kami terbangun satu persatu. Di layar smartphone saya lihat suhu udara "10 derajat Celcius". Tenda berkapasitas huni 12 orang itu berukuran cukup luas sekitar 12 m x 10m. Di dalamnya terdapat 4 kasur yang cukup besar, bantal dan selimut.  Tenda yang saya huni adalah satu dari 8 tenda di tepi danau Desa Rancabali, Bandung, Jawa Barat. Kawasan ini dikenal sebagai destinasi wisata Glamping ( Glamourous Camping ) Lakeside Rancabali. Meski berupa tenda, fasilitasnya setara hotel bintang tiga bahkan bintang lima. Itulah mengapa tempat ini dinamakan kawasan wisata kelana ( nomadic tourism ). Lokasinya jauh di pelosok gunung, jauh dari keramaian, menyatu dengan alam yang masih asri dan perawan. Jika malam dan langit sedang cerah, bintang terlihat dekat. Di sisi lain, terlihat siluet gunung seperti mene...

Murka tetua adat Kampung Melo, Manggarai-NTT

Rumah adat Melo milik tetua adat, Yosep Manggarai Barat di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki pesona wisata yang terkenal hingga manca negara yaitu Pulau Komodo (Taman Nasional Komodo) dan Labuan Bajo, surga bagi penikmat wisata alam bawah laut. Selain kedua nama populer tersebut, ada kawasan yang tidak kalah memikat yaitu Kampung Adat Melo berjarak sekitar 40 km dari Labuan Bajo. Letak geografis Kampung Adat Melo berada di pegunungan dengan suhu udara antara 10 sampai 20 derajat. Kondisi ini lebih sejuk daripada suhu di NTT pada umumnya berkisar 33 hingga 34 derajat. Yosep menjaga adat hingga nanti Banyak hal menarik dari Kampung Adat Melo selain bangunan rumah panggung yang dihuni warganya. Di saat tertentu, tujuan wisata yang telah ditetapkan sebagai "Kampung Adat" ini menampilkan atraksi budaya, kerajinan tradisional tenun kain sarung, peci, tas serta makanan khas Manggarai.  Kampung Adat Melo berada persis di Desa Liang Ndara, K...

Sejenak di kota pelabuhan Monaco

Kota pelabuhan Monaco terlihat dari bibir tembok istana. Jalanan  di kanan  itu  biasa  dipakai balapan Grand Prix. (foto: tis) Ini tulisan pengalaman sewaktu tugas jurnalistik tahun 2011. Bagi wartawan film, pergi ke Cannes, Perancis adalah ritual yang sama nilainya dengan 'berhaji' ke Mekah. Saya tidak sekadar 'berhaji' di ajang Festival Film Cannes 2011 tapi juga berkesempatan 'umroh' ke negara tetangga Perancis, yaitu Monaco. ** Mendengar nama Monaco, yang terlintas di benak saya adalah arena balap  Grandprix Formula 1, Istana Raja Monaco, dan arena judi Casino. Maka tawaran dari seorang staf Konsulat Jenderal RI di Marseille, Perancis  --- yang mengawal delegasi Indonesia di Festival Film Cannes 2011 -- untuk mampir ke Monaco, tidak bisa saya tolak. Kalaupun saya menolak tawaran itu, memangnya saya mau kemana di negeri ini?  Bisa-bisa malah kesasar. Berangkaaat!.. Saya bersama dua pejabat Kementerian Pariwisata dan Seni Budaya, serta...