Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label anekdot

Soal e-KTP

TIDAK ada yang lebih penting dan menakutkan penduduk Indonesia dibanding tidak punya Kartu Tanda Penduduk. Jamak juga disebut katepe , atau biasa ditulis KTP. Dia, KTP itu wajib dibawa orang dewasa, berdasarkan hitungan usia nasional, bukan secara hormonal.  Orang yang secara hukum agama Islam disebut sudah akil baliqh , sudah ‘mimpi basah’ berkali-kalipun, kalau belum cukup umur kata negara, minimal 17 tahun, nggak bakal dikasih KTP sama petugas kantor kelurahan. KTP menjadi gaya hidup sekaligus kebutuhan, selain sandang pangan dan papan. Tidak makan, tidak bersandang asal punya KTP masih memungkinkan untuk melanjutkan hidup. Tidak punya papan, kalau pegang KTP tetap bisa berteduh. Lepas dari itu semua, KTP adalah identitas sebuah bangsa. Yang tidak punya, patut dicurigai caranya berbangsa. Banyak orang yang menilai KTP sebagai simbol nasionalisme. Sehingga yang tidak punya KTP perlu diwaspadai nasionalismenya. Dalam tingkat sosial yang lebih tinggi lagi, tidak punya ...

Mendadak ditelepon sutradara film

Sore menjelang maghrib, Selasa (21/3/2017) sebuah pesan Whatsapp bertengger di  handphone  android saya. Terbaca tiga baris pesan: Pak? / Ini Hanung/ Aku bisa telf?/ Saya ragu, apa benar si pengirim pesan sutradara film terkenal itu, atau orang iseng yang mau praktik cyber crime ? Tapi terlihat dari profile foto WA-nya memang dia!. Kemarin, saya menemuinya di Djakarta Theatre di peluncuran trailer dan soundtrack “Kartini”, film yang disutradarainya. Secara khusus, saya berniat mau bertanya soal IBOS. Sejak wawancara pertama tahun 2004 untuk program apresiasi Festival Film Indonesia di TVRI, dan satu frame di acara talkshow Festival Film Jakarta 2006 di JAK-tv, saya tidak intens berkomunikasi meski sesekali bertemu. Nomer kontaknya pun saya tidak punya.  Ada beberapa wartawan di sana. Tapi saya duduk-duduk di tempat agak berjarak dengan kerumunan. Menunggu sampai wartawan selesai bertanya dan saya akan hampiri Hanung. Hampir sejam dia dikepung wa...

Jangan wawancara sekarang..

PADA hari saya berulangtanggal kelahiran, saya mencoba introspeksi, mewawancarai diri sendiri, yang selama ini sulit diajak bicara karena sepertinya dia terlalu sibuk. Entah kesibukan seperti apa yang dilakukan diri ini, sehingga sulit diajak bicara hati ke hati. Ini membuat wawancara eksklusif dengan saya jadi berlarut-larut. Akhirnya, saya memutuskan mewawancarai diri sendiri secara on the spot . Maksudnya, kapan dan di manapun diri ini berada, jika siap ditanya-tanya, langsung disodori pertanyaan. Saya beruntung, melalui beberapa kali pertemuan dengan diri sendiri, wawancara bisa dilakukan meski hasilnya tidak optimal. Berikut ini petikan wawancara saya dengan diri sendiri: Sibuk sekali Anda tampaknya? Nggak juga, tapi ya seperti inilah. Kalau saya tidak sibuk, atau tidak melakukan sesuatu supaya kelihatan sibuk, nanti saya dianggap tidak menghormati keberkahan yang diberi oleh Tuhan. Apa saja kesibukan Anda, sehingga sulit untuk saya temui? Banyak sekali mas, mulai dari b...

Ngobrol bareng Ahmad Dhani di program "8-11" Metro TV

Mengadakan kegiatan diskusi 3 hari di Puncak, Jawa Barat.   Suatu hari di tahun 2011, saya diundang jadi narasumber kasus kekerasan terhadap infotainment Global TV yang dilakukan boss Republik Cinta Management, Ahmad Dhani. Pentolan grup Dewa itu bersemuka dengan saya pada acara "8-11" milik Metro TV. File tulisan ini saya  copy paste dari "Catatan" di akun Facebook saya dengan polesan di prolognya. Ahmad Dhani baru saja melewati proses Pilkada serentak tanggal 15 Februari 2017. Dia mencalonkan diri Wakil Bupati Bekasi bersama calon Bupati Saaduddin. Mereka kalah suara di daerah tempat saya tinggal sekarang.     *** Kamis, 3 Maret 2011 pukul 09.30 WIB  saya sampai di Studio Metro TV di Kedoya, Jakarta. Saya diundang dalam kapasitas sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya Seksi Film dan Kebudayaan. Hadir juga, pemusik Ahmad Dhani, dan Eko dari Aliansi Jurnalistik Indonesia. Kami diundang oleh produser program '8-11' Metro TV, untuk...