Satu dari beberapa pulau kecil di kota Kendari, Sulawesi Tenggara menawarkan keindahan. Namanya Pulau Bokori. Pertamakali pada bulan Mei 2016 saya dengar nama itu. Sotoy saya mwnduga, pasti itu nama seorang laki-laki, semisal Bukhori atau sejenisnya, si pemilik pulau yang tenang dikepung laut biru itu. Ternyata saya salah. Sebutan nama pulau Bokori berasal dari bahasa Suku Bajo -- yang sempat bermukim selama puluhan tahun di sana. Asal katanya "boko" yang artinya penyu. Mungkin, dulunya banyak hewan laut penyu di kawasan seluas 18 hektar tersebut. Kedatangan saya ke Pulau Bokori tanpa perencanaan. Kunjungan itu cukup mendadak, untuk menghabiskan sisa waktu di hari terakhir menghadiri kegiatan sosialisai "sensor mandiri" oleh Lembaga Sensor Film (LSF) di Kendari. Saya bersama beberapa staf sekretariat LSF mengatur waktu secara mandiri untuk menikmati spot kawasan wisata terdekat dari Kendari. Masalah waktu harus kami perhitungkan, agar tidak terl...
Melekat di setiap sudut hati dan pikiranmu, jika tidak, abaikan deskripsi ini