Langsung ke konten utama

Salam salam salam

PROLOG

Ada waktu, aku menulis
Malas menulis, aku berfikir
Malas berfikir, aku bertanya
Malas bertanya sesat di jalan
sesat di jalan pakai GPS!
tak ada GPS
nikmati ketersesatan
terus berjalan
sampai di persinggahan

1. Ketua Juri Verifikasi Festival Film Jakarta (FFJ 2006)
2. Anggota Bidang Humas Festival Film Indonesia (FFI 2004-2006)
3. Pengurus Pokja Sekretariat Nasional Kine Klub Seluruh Indonesia (SENAKKI/ 2007)
4. Ketua Bidang Humas dan Dokumentasi FFI (2008)
5. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya Seksi Film dan Budaya (2009-2014)
6. Ketua Bidang Humas dan Dokumentasi Festival Film Indonesia (FFI 2008)
7. Ketua Bidang Penjurian dan Kehumasan Usmar Ismail Awards (UIA 2016)
8. Koordinator Forum Pewarta Film sejak 2014 - 2018
9. Ketua Forum Pewarta Film 2018 - 2023

Selebihnya menulis di website tabloidkabarfilm.com (2014 - sekarang)

Salam
Teguh Imam Suryadi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apes atau sue’ kata orang Betawi

Kita pasti punya persoalan hidup dari yang ringan sampai berat tak terangkat. Tapi, pernahkah anda alami yang dalam terminologi orang Betawi atau Jakarta lama disebut sebagai kondisi sue’ , alias apes atau sial? Inilah momen histeris yang dapat membuat 'tergila-gila’... Ini pengalaman saya. Malam sebelum tidur, lampu penerang kamar saya putus. Mau beli gantinya di toko sudah tutup. Jadi, saya putuskan beli lampu besok sambil antar istri ke pasar. Paginya, tubuh terasa segar. Karena ini hari Minggu. Kata bang Rhoma Irama harus dibawa santai. Nyok kita santai.. Jam 09.00 saya siap beli lampu + mengantar juragan mami ke pasar. Motor saya starter,  sekali injak pedal langsung hidup. Saat saya nemplok di jok motor terasa ada yang tidak beres. Saya tengok ke arah bawah belakang, ternyata ban belakang motor kempes. Pagi itu saya pergi ke penambal ban yang berjarak sekitar 1000 meter. Beres langsung jemput 'klien' di rumah.. Singkat cerita, saya dapat lampu baru dan ...

Mendadak ditelepon sutradara film

Sore menjelang maghrib, Selasa (21/3/2017) sebuah pesan Whatsapp bertengger di  handphone  android saya. Terbaca tiga baris pesan: Pak? / Ini Hanung/ Aku bisa telf?/ Saya ragu, apa benar si pengirim pesan sutradara film terkenal itu, atau orang iseng yang mau praktik cyber crime ? Tapi terlihat dari profile foto WA-nya memang dia!. Kemarin, saya menemuinya di Djakarta Theatre di peluncuran trailer dan soundtrack “Kartini”, film yang disutradarainya. Secara khusus, saya berniat mau bertanya soal IBOS. Sejak wawancara pertama tahun 2004 untuk program apresiasi Festival Film Indonesia di TVRI, dan satu frame di acara talkshow Festival Film Jakarta 2006 di JAK-tv, saya tidak intens berkomunikasi meski sesekali bertemu. Nomer kontaknya pun saya tidak punya.  Ada beberapa wartawan di sana. Tapi saya duduk-duduk di tempat agak berjarak dengan kerumunan. Menunggu sampai wartawan selesai bertanya dan saya akan hampiri Hanung. Hampir sejam dia dikepung wa...

Film Bid’ah Cinta: Merawat cinta dengan bid’ah

Ayushita sebagai Khalida dan Ibnu Jamil sebagai Hasan di film "Bid'ah Cinta" Wajah Islam di Indonesia terkenal sangat moderat dan dinamis. Beragam cara umat menerjemahkan ajaran Nabi Muhammad SAW, dalam pikiran dan tindakan mereka. Ada yang dengan kepala lurus ke depan, terkesan kaku. Bersahaja seakan sangat lunak, bahkan ada yang inovatif mencampurnya dengan tradisi nenek moyang. Dalam Islam, cara baru atau inovasi ini disebut bid’ah . Bid’ah  dalam pengertian bahasa adalah melakukan perbuatan tidak seperti yang diajarkan. Banyak jenis bid’ah di dalam kamus fiqih Islam. Di Indonesia penganut bid’ah tidak sedikit jumlahnya, yang menjadikan bid'ah sebagai motif beragama, demi kecintaan terhadap Islam.  Perbedaan pemahaman meski bertujuan sama; mencintai Nabi Muhammad dan ajarannya – sering menyulut konflik horizontal di masyarakat. Indonesia dengan mayoritas penduduk beragama Islam berpotensi menciptakan kehidupan sosial yang santun, tenteram, da...